Kemaren, untuk pertama kalinya, sejak nyampe di Bandung, bisa pulang ke kosan sebelum jam 6 sore. Akhirnya sempat juga nonton drama korea yang tayang di salah satu saluran televisi.
Aku naik angkot di barengi dengan dua orang cewek yang duduk tidak jauh dari ku. Awalnya mereka tidak menjadi perhatianku. Namun, percakapan mereka yang seperti tidak pernah berhenti sepanjang perjalanan pulang tiba-tiba menarik perhatian ku. Bukan hanya karena isi percakapannya namun banyaknya topik yang mereka bicarakan hanya dalam perjalanan pulang yang sesaat itu.
Percakapan pertama mereka yang menarik perhatian itu adalah tentang agama. Yah, memang kalau di lihat dari penampilan, mereka memang para gadis berjilbab dalam. Topik yang mereka bahas baru pertama kali ku dengar. Aku kagum pada mereka yang bisa dengan santainya menjadikan topik agama sebagai bahan pembicaraan santai di atas angkot. Ntah mengapa, lagi-lagi jika berada di keadaan seperti itu, aku merasa menjadi orang paling berdosa, dan bersalah. Selalu berusaha agar suatu saat aku dapat menjadi hamba yang lebih baik.
Pembicaraan kemudian di lanjutkan dengan membahas drama Korea, topik yang tidak aku sangka, namun memang nggak ada salahnya untuk dibicarakan, hehe..
Kemudian mereka mulai membicarakan kulian, pendidikan, yang diselingi dengan beberapa rumus, yang membuatku berpikir mereka kuliah di jurusan yang berhubungan dengan fisika. Lagi-lagi aku berpikir, dewa banget lah yang bisa dengan santainya menjadikan bahan kuliah sebagai topik percakapan santai sehari-hari. Membicarakan dosen, dan mungkin orang-orang di sekitar mereka, tapi bukan menggunjingkan, hanya sekedar membicarakan.
Dan percakapan-percakapan selanjutnya yang telah melanglang buana ntah kemana, namun tetap mendapat perhatianku. Bukannya mencoba menguping, hanya tanpa sengaja mendengar, hehe.. Terimakasih untuk percakapan di atas angkot nya kakak..
Percakapan pertama mereka yang menarik perhatian itu adalah tentang agama. Yah, memang kalau di lihat dari penampilan, mereka memang para gadis berjilbab dalam. Topik yang mereka bahas baru pertama kali ku dengar. Aku kagum pada mereka yang bisa dengan santainya menjadikan topik agama sebagai bahan pembicaraan santai di atas angkot. Ntah mengapa, lagi-lagi jika berada di keadaan seperti itu, aku merasa menjadi orang paling berdosa, dan bersalah. Selalu berusaha agar suatu saat aku dapat menjadi hamba yang lebih baik.
Pembicaraan kemudian di lanjutkan dengan membahas drama Korea, topik yang tidak aku sangka, namun memang nggak ada salahnya untuk dibicarakan, hehe..
Kemudian mereka mulai membicarakan kulian, pendidikan, yang diselingi dengan beberapa rumus, yang membuatku berpikir mereka kuliah di jurusan yang berhubungan dengan fisika. Lagi-lagi aku berpikir, dewa banget lah yang bisa dengan santainya menjadikan bahan kuliah sebagai topik percakapan santai sehari-hari. Membicarakan dosen, dan mungkin orang-orang di sekitar mereka, tapi bukan menggunjingkan, hanya sekedar membicarakan.
Dan percakapan-percakapan selanjutnya yang telah melanglang buana ntah kemana, namun tetap mendapat perhatianku. Bukannya mencoba menguping, hanya tanpa sengaja mendengar, hehe.. Terimakasih untuk percakapan di atas angkot nya kakak..
0 Komentar:
Poskan Komentar