Sabtu, 31 Desember 2011

[Novel] Percy Jackson and the Olympians: The Lightning Thief


  • Pengarang               :    Rick Riordan
  • Genre                      :    Fantasy, Mythology, Adventure
  • Tebal                       :    458 hlm ; 20 cm
  • Penerbit                   :    Mizan Fantasi
  • Harga                      :    54.000 IDR
  • Pertama terbit          :    28 Juni 2005
  • Cetakan ke-4            :    April 2010

Percy Jackson—dua belas tahun, penderita disleksia—hampir dikeluarkan dari sekolah asramanya … lagi. Tetapi itu hanya sedikit saja dari sekian masalah yang menantinya. Monster-monster dan dewa-dewi dari Gunung Olympus tampaknya berebutan keluar langsung dari buku pelajaran Sejarah Yunani milik Percy. Lebih parah lagi, Percy telah membuat beberapa di antara mereka marah besar. Petir asali milik Dewa Zeus telah hilang dicuri, dan Percy adalah tersangka utamanya.
Kini Percy dan dua orang kawannya hanya punya waktu sepuluh hari untuk mencari dan mengembalikan benda keramat tersebut dan mendamaikan kembali perang yang hampir pecah di Gunung Olympus. Tetapi tantangannya jauh lebih berat dari itu, Percy akhirnya harus berhadapan dengan kekuatan mengerikan yang bahkan lebih hebat dibandingkan pada dewa sendiri.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku emang udah tau kalo novel ini udah di film kan, bahkan itu merupakan salah satu alasanku membeli novel ini. Ntah sejak kapan, aku ingin membaca novelnya terlebih dahulu dari setiap film-film yang di angkat dari sebuah novel. Hanya untuk mengetahui cerita aslinya, maskipun nantinya akan berakhir dengan kekecewaan saat aku menonton filmnya.

Alasan lain aku membeli novel ini adalah tema mitologi dan dewa-dewa yunani yang di angkat dalam novel ini, hal yang telah beberapa waktu ini sangat menarik perhatianku, mitologi yunani. Tokoh dewa dan bagaimana setiap dewa itu berhubungan, ntah mengapa menarik perhatianku, kisah mereka terasa unik dan penuh misteri #halahhh. Meskipun sebelum mebaca novel ini aku belum benar-benar mengetahui seluruh tokoh dalam mitologi Yunani beserta sejarah mereka. Banyaknya versi cerita yang bertebaran membuatku bingung untuk memahaminya.

Saat membeli novel ini, aku pikir ceritanya akan seperti novel-novel terjemahan remaja yang pernah aku beli sebelumnya, tapi ternyata melihat banyaknya gambar yang bertebaran dalam novel ini, mungkin lagi-lagi novel yang aku beli ini di tujukan untuk pembaca anak-anak. Tapi yasudahlah, toh tema Mitologi Yunani-nya masih berhasil membuatku memilih untuk membacanya.

Awalnya, ceritanya cukup menarik, misteri tentang jati diri Percy Jackson sebenarnya dan bagaimana kisah mengungkap jati dirinya membuatku tidak dapat berhenti untuk terus membaca halaman-halaman selanjutnya. Saat Percy berhasil sampai di Bukit Blasteran pun ceritanya masih menarik, bagaimana dewa-dewa Yunani dan kehidupan di para dewa tersebut di gambarkan secara modern, membuatku lebih mengerti tentang tokoh dan kisah mereka.

Dan sebenarnya hingga akhir ceritanya masih cukup menarik, hanya saja, bagian cerita pada kemunculan setiap makhluk mitologi dalam perjalanan Percy Jackson dan kedua temannya setelah menerima misi pertamanya terkadang tidak terlalu menegangkan, biasa saja bahkan terkadang terkesan kekanakkan. Hal itu pertama kali aku rasakan saat kemunculan Medusa di toko patung yang mereka kunjungi. Mungkin hal ini sesuai dengan prediksi ku di awal, bahwa novel ini mungkin memang di tujukan kepada pembaca anak-anak, sehingga bagiku yan membacanya akan terasa demikian. Pertarungan puncak di akhir cerita pun tidak terlalu membuatku deg-deg kan, dan tema mitologi yunani dalam cerita ini terkadang juga membuat cerita ini jadi lucu. Bagaimana para dewa dalam cerita ini yang tentunya adalah pengatur kejadian-kejadian di dunia, tapi bertingkah seperti manusia. Kebangkitan kronos yang diungkit-ungkit pun tidak terlalu membuatku cemas, hanya beberapa rahasia dan ketakutan Annabeth dan Percy saat mereka semakin mendekati Dunia Bawah dan tempat bersemayamnya Kronos yang sedikit membuatku penasaran.

Dengan membaca novel ini, aku semakin tertarik untuk mempelajari tentang mitologi Yunani dan cerita ini cukup berhasil membuatku mengerti tentang beberapa tokoh-tokoh mitologi Yunani beserta kisah mereka. Bagaimana awalnya kisah kedua belas para dewa olimpus dan hubungan mereka dengan bangsa Titan, kisah para dewa lain, monster, pahlawan yang begitu banyak sehingga menjadi misteri tersendiri dalam mitologi Yunani.

Membaca cerita novel ini, sebenarnya membuatku berfikir bahwa novel ini memiliki hal yang dapat membuatnya seperti Harry Potter, novel yang sangat aku sukai sampai saat ini. Ada sesuatu dalam ceritanya, ntah apa, yang membuatku berfikir demikian, terlepas dari hidup Percy yang cukup menyedihkan awalnya sebelum mengetahui jati dirinya, meskipun tidak semalang Harry mengingat dia masih memiliki kedua orang tuanya, dan sepasang sahabatnya yang setipe dengan Harry, si gadis pintar dan bocah yang kelihatannya tidak ada apa-apanya tapi sengat peduli dengan sahabat-sahabatnya. Terkadang ceritanya cukup mirip dengan Harry Potter, hanya saja Harry dengan sihirnya dan Percy dengan kekuatan setengah dewanya.

Meskipun demikian, keseluruhan cerita dalam novel ini cukup menarik dan aku tetap ingin mengoleksi kelima serinya. Semakin aku membaca novel ini, aku semakin penasaran dengan filmnya, bagaimana sang sutradara membawa tokoh-tokoh dalam novel ini sesuai khayalan pembaca, dan untuk Logan Lerman sendiri yang berhasil terpilih memerankan Percy sepertinya cukup cocok, seperti kata temanku, yah.. Dia memang keren, haha..

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bagikan